
Muabannhadat68.com – Kabar mengejutkan datang dari industri teknologi global, di mana laporan finansial terbaru menunjukkan bahwa pendapatan Microsoft Gaming menurun di 2026.
Meskipun Microsoft secara keseluruhan mencatat pertumbuhan di sektor AI dan Cloud, divisi gaming mereka justru menghadapi tantangan yang cukup berat.
Mengapa Pendapatan Microsoft Gaming Menurun di 2026?
Banyak pihak bertanya-tanya mengenai alasan utama di balik penurunan ini. Berdasarkan laporan kuartal kedua tahun fiskal 2026, total pendapatan divisi gaming turun sekitar 9% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, angka ini dipicu oleh beberapa faktor internal dan eksternal yang saling berkaitan.
1. Penurunan Tajam Penjualan Hardware Xbox
Penyebab paling signifikan dari merosotnya angka ini adalah sektor perangkat keras. Diketahui bahwa penjualan hardware Xbox anjlok hingga 32%. Penurunan ini bukanlah hal baru, karena tren negatif tersebut sudah terlihat sejak beberapa kuartal sebelumnya. Oleh karena itu, pasar konsol fisik tampaknya mulai mencapai titik jenuh.
2. Lemahnya Performa Game First-Party
Selain masalah perangkat keras, konten internal atau game first-party juga menjadi sorotan. Microsoft mengakui bahwa beberapa judul besar tidak mampu mencapai target penjualan yang diharapkan. Akibatnya, pendapatan dari konten dan layanan juga ikut terseret turun sebesar 5%.
Dampak Pergeseran Strategi ke Platform Lain
Meskipun pendapatan Microsoft Gaming menurun di 2026, perusahaan ini tampaknya sedang melakukan pivot besar-besaran. Satya Nadella, selaku CEO, mulai mengarahkan fokus ke arah yang lebih “platform-agnostic”.
Strategi Multi-Platform yang Berisiko
Sebagai bagian dari strategi baru, Microsoft mulai merilis game eksklusif mereka ke konsol pesaing seperti PlayStation 5 dan Nintendo Switch. Meskipun langkah ini menambah jangkauan pemain, di sisi lain, hal ini justru mengurangi alasan konsumen untuk membeli konsol Xbox. Jadi, tidak mengherankan jika loyalitas terhadap hardware mulai goyah.
Fokus pada Xbox Game Pass dan Cloud Gaming
Di tengah penurunan pendapatan hardware, Microsoft tetap optimis dengan layanan langganan mereka. Walaupun pertumbuhan Xbox Game Pass tidak secepat tahun-tahun sebelumnya, layanan ini tetap menjadi tulang punggung perusahaan.
Analisis Masa Depan Divisi Gaming Microsoft
Lantas, bagaimana nasib Xbox ke depannya? Para ahli industri memberikan beberapa pandangan terkait situasi ini.
- Siklus Konsol Baru: Rumor mengenai konsol generasi berikutnya di tahun 2027 mungkin membuat konsumen menunda pembelian saat ini.
- Kenaikan Harga: Penyesuaian harga langganan Game Pass di tahun sebelumnya memberikan dampak pada psikologi konsumen di tahun 2026.
- Investasi AI: Investasi besar pada AI diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengembangan game di masa mendatang.
Secara keseluruhan, fenomena pendapatan Microsoft Gaming menurun di 2026 menunjukkan bahwa industri gaming sedang berada di masa transisi.
Walaupun angka penjualan hardware mengecewakan, Microsoft masih memiliki aset besar dalam bentuk studio game dan infrastruktur cloud.
Oleh sebab itu, tahun 2026 akan menjadi tahun ujian bagi visi “Gaming Everywhere” yang mereka usung.