
Muabannhadat68.com – Garena Free Fire di kabarkan sedang mempertimbangkan kebijakan baru yang cukup kontroversial. Perusahaan berencana membatasi penggunaan skin di mode Ranked mulai patch mendatang.
Rencana Pembatasan Skin di Ranked
Menurut bocoran yang beredar, Garena akan membatasi skin yang boleh di gunakan di Ranked Match. Hanya skin dengan tingkat efek visual rendah hingga menengah yang akan di izinkan, sementara skin dengan efek partikel berat (terutama skin Mythic Limited) kemungkinan besar akan di larang di mode Ranked.
Alasan Garena Memberlakukan Kebijakan Ini
Garena menyatakan bahwa beberapa skin dengan efek visual yang terlalu “ramai” dapat mengganggu konsentrasi pemain, terutama saat teamfight besar. Selain itu, skin mahal sering kali menjadi pemicu toxic behavior karena sebagian pemain merasa “lebih superior” hanya karena memiliki skin tertentu.
“Kami ingin Ranked Match lebih adil dan fokus pada skill, bukan pada penampilan skin,” tulis Garena dalam dokumen internal yang bocor.
Reaksi Komunitas Free Fire
Pengumuman ini langsung menuai kontroversi. Kolektor skin merasa kecewa karena hak mereka untuk menunjukkan koleksi terbatasi. Di sisi lain, banyak pemain ranked mendukung kebijakan ini karena merasa permainan akan lebih fair dan tidak terganggu oleh efek visual yang berlebihan.
“Skin memang cantik, tapi kalau sampai mengganggu gameplay, lebih baik di batasi,” komentar salah seorang pemain Grandmaster.
Kemungkinan Implementasi
Jika di terapkan, pembatasan ini kemungkinan besar akan berlaku mulai patch April atau Mei 2026. Skin yang boleh di gunakan di Ranked akan di tandai dengan label khusus “Ranked Allowed”. Skin Collector dan Mythic Limited dengan efek berat diprediksi akan masuk dalam daftar yang dibatasi.
Kesimpulan
Kebijakan pembatasan skin di Ranked ini masih dalam tahap pertimbangan. Namun jika benar diterapkan, ini akan menjadi perubahan besar dalam sejarah Free Fire. Apakah Anda setuju dengan pembatasan ini atau justru menentang? Komunitas Free Fire saat ini sedang ramai membahas topik ini.